Grito


Duloh, anak kecil yang doyan main sepeda mengelilingi komplek rumahnya. Dengan sepeda roda tiganya Duloh melahap tikungan demi tikungan sambil memiringkan badannya kekiri atau kekanan ala pembalap motor yang sering dia lihat di tv. Namun pada tikungan dekat toko jamu Duloh terjatuh karena menabrak batu dan menangis.

Ada lagi Saritem (bukan nama asli) seorang mahasiswi dari salah satu universitas terpencil. Dia menangis karena pacarnya yang bernama Doly (juga bukan nama asli), yang udah 2 taun dia pacarin ternyata selingkuh dengan pembantunya sendiri Prumpung (tentunya bukan nama asli).

Ada juga Emod yang berasal dari Bantarujeg. Emod yang orang tuanya seorang tukang sate sejak kecil hobi ping pong. Hingga akhirnya Emod dapat meraih juara pertama di turnamen tingkat kabupaten, yang pada saat itu secara kebetulan Bantarujeg dipilih sebagai tuan rumah turnamen ping pong tersebut. Emod sangat bangga bisa memenangkan turnamen tersebut di depan ratusan ribu pendukungnya. Emod menangis pada saat namanya di panggil sebagai juara pertama dan menerima piala.

Menangis atau dalam bahasa spanyol grito. Kenapa seseorang bisa menangis? Apa yang membuat seseorang menangis? Orang bisa menangis karena sakit (Duloh). Orang bisa menangis karena sedih (Saritem). Bahkan orang juga bisa menangis karena senang (Emod). Menurut gw menangis bisa terjadi karena tubuh kita sudah mencapai titik puncak, dimana tubuh kita sudah tidak dapat lagi menahan tekanan emosi (sakit, sedih, senang) yang ada, akibatnya meneteslah air mata.
Adiós….

7 pemikiran pada “Grito

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s