Crime Of Honor


Semalem sekitar jam 00.30 pagi, kaki pegel, udah pengen tidur tapi belum bisa tidur. Ngadep kiri, ngadep kanan, tengkurep, telentang, nungging tapi belum bisa tidur juga, akhirnya nonton tv lagi. Beberapa stasiun tv udah mati, suaranya Zzzz… dengan tulisan “No Signal”. Tapi ada satu acara tv yang akhirnya menyita perhatian gw, acara dari VOA. Crime Of Honor, itu judul acaranya, genre nya semacam dokumenter gitu deh.
Crime Of Honor bercerita tentang salah satu “kebudayaan” di Yordania. Di Yordania kebebasan seorang wanita sangat “dikekang” (dalam artian yang positif). Trus apa yang beda dengan negara2 lain toh di negara lain juga yang namanya wanita selalu dijaga dan harus selalu terjaga sampai dia menikah. Di Yordania apabila seorang wanita melakukan kesalahan dan membuat kehormatan keluarganya tercoreng maka “dia” akan dibunuh oleh salah satu anggota keluarganya, secara sengaja dan sadar. Di Yordania kurang lebih sampai 5000 orang wanita dibunuh pertahunnya, karena telah mencoreng nama baik keluarga.

Banyak aktivis2 wanita disana mulai memperjuangkan hak2 wanita, untuk tidak membenarkan sesuatu yang sudah bisa disebut “kebudayaan” ini. Ada seorang wanita korban pemerkosaan hampir dibunuh oleh kakaknya sendiri karena mempermalukan keluarga. Wanita itu kabur, gak berani pulang, “Saya gemetaran dari pagi hingga malam, saya lebih baik tingal disini di RS. Jiwa bersama orang2 gila dari pada saya kembali ke keluarga saya” ucapnya yang notabene seorang korban pemerkosaan.
Ada satu cerita lagi, Ahmed kakak dari seorang wanita cantik bernama Amal. Amal seorang yang religius dan berkuliah di salah satu Universitas di Yordania. Dia mulai bergaul dengan teman2 kampusnya yang kebanyakan orang kaya dengan gaya hidup yang glamour, hingga pada suatu saat dia ingin pacaran. Dia menyampaikan maksudnya kepada keluarganya bahwa dia ingin pacaran. Keluarganya melarang, buat apa pacaran cuma buat pamer, lebih baik kamu mencari seorang suami dan menikah saja. Amal menolak untuk menikah dan akhirnya kabur dari rumah. Mulai saat itu Amal melepas kerudungnya. Keluarganya mencari kesana kemari dan melaporkan ke pihak kepolisian. Setelah 5 hari ada telepon dari kepolisian bahwa Amal ada di kantor polisi dan pihak keluarga diminta untuk menjemputnya. Ahmed datang menjemput Amal, dan diminta untuk menandatangani surat perjanjian bahwa pihak keluarga tidak akan membunuh Amal. Lalu mereka berdua pulang, di rumah sang ayah marah dan ingin membunuh nya, tetapi anggota keluarga yang lain meredamnya dan membujuknya untuk memberi kesempatan kedua. Akhirnya Amal menikah dengan salah satu teman Ahmed, setelah sebelumnya Amal di bawa ke dokter khusus untuk membuatnya perawan kembali. Namun setelah beberapa bulan menikah, Amal kembali kabur. Pada saat itu Ahmed sangat marah dengan kelakuan adiknya yang mempermalukan keluarga. Ahmed berpikir adiknya ada dimana, sedang tidur dengan siapa…??? Akhirnya Amal kembali pulang kerumah, hanya saat ini seluruh anggota keluarga setuju untuk membunuh Amal. Ahmed bangun pagi sekali, lalu dia berjalan ke kamar Amal. Amal mengetahui suara kakaknya. Ahmed mencekik Amal sambil membaca al-quran yang diikuti oleh Amal. Ahmed membaca syahadat dan di ulangi oleh Amal hingga akhirnya Amal meninggal dunia. Pihak keluarga merasa kehilangan terutama ibu Amal. Dan Ahmed sendiri berujung di balik jeruji besi. Semuanya dilakukan demi nama baik dan kehormatan keluarga. Crime Of Honor….
Seperti halnya kebudayaan Harakiri di jepang, di Yordania ada kebudayaan membunuh keluarga sendiri demi menjaga kehormatan. Memang sangat penting untuk menjaga kehormatan keluarga terutama kehormatan seorang wanita tapi apakah perlu hingga membunuh atau bunuh diri demi menjaga kehormatan keluarga…???

4 pemikiran pada “Crime Of Honor

  1. Jawab: Jika seseorang udah anggep sesuatu yang di yakini itu bener n ngrasa itu adalah satu-satu nya cara buat nglindungi kehormatan yang mereka junjung tinggi maka jalan apa pun bakal di lakuin meski pun itu secara akal sehat gak wajar…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s